Kewajiban Menghormati Al-Qur’an

Jumat, 27 April 2018

Oleh
Syaikh DR. Syaikh Shâlih bin Fauzân Alu Fauzân
Al-Qur’ân merupakan Kalamullah yang harus dipelihara dan dihormati. Perlu adanya perhatian untuk mempelajari, mengajarkan, serta mengamalkannya disamping juga harus ada perhatian dalam membaca serta merenungkannya, sehingga diharamkan segala perbuatan yang dirasakan memuat unsur merendahkannya.
Diantara perbuatan yang mengandung sikap merendahkan al-Qur’ân, apa yang dilakukan oleh sebagian toko rekaman yang memutar al-Qur’ân dengan pengeras suara. Tujuannya, sebagai sarana untuk menarik pengunjung dan pelannggan agar membeli kaset di toko tersebut. Pemutaran al-Qur’ân ini terkadang bersahut-sahutan dengan suara-suara nasyid serta syair yang juga diputar secara bersamaan. al-Qur’ân harus dijaga dari tindakan semacam ini.
Kalau sebagian Ulama saja melarang penjualan mushaf al-Qur’ân untuk menghormatinya agar tidak dijadikan jalan mencari rejeki, maka apa yang dilakukan oleh sebagian toko-toko kaset sekarang ini tentu lebih terlarang. Oleh karenanya, perbuatan seperti ini hendaknya dijauhi oleh toko-toko kaset tersebut. Cukuplah bagi mereka untuk mencantumkan nama-nama para Qurra’ serta tilâwah yang mereka miliki dan menempelkannya di tempat tertentu. Dengan demikian tercapailah apa yang ingin dicapai toko-toko kaset tesebut tanpa harus memutar rekaman al-Qur’ân dengan pengeras suara di jalan-jalan atau di tengah keramaian untuk menjaring peminat, tanpa didengarkan dan diambil faidahnya. Kecuali hanya ketamakan untuk mendapatkan dunia. Ini merupakan salah satu bentuk sikap merendahkan al-Qur’ân.
Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan taufik kepada kita semua untuk menghormati al-Qur’ân dan mengamalkannya. Wallahu A’lam
(Diterjemahkan dari: Al-Bayân li Akhtâ Ba’dhi Kuttâb, karya Syaikh Shâlih al-Fauzân, Dâr Ibnil Jauzi Cet I Th. 1425 H, Vol 2, halaman 103)
FENOMENA ALIH FUNGSI GEREJA MENJADI MASJID
Sesungguhnya alih fungsi gereja menjadi masjid merupakan satu fenomena positif pada zaman ini, yang menggambarkan kemenangan dan ketinggian Islam dari agama-agama lain.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur`ân) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. [at-Taubah/9 : 33].
Alih fungsi ini menunjukkan, bahwasanya agama Islam merupakan agama untuk semua manusia, selalu sesuai kapan dan dimana saja.
Pemeluk agama lain yang memiliki akal, seandainya mau merenungi tentang Islam dengan sebenar-benarnya, (maka) mereka akan mendapatkan kebenaran agama ini. Dan sudah tentu, mereka sangat ingin untuk masuk ke dalamnya, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا﴿١٠٧﴾وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا
…Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila Al-Qur`ân dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. [al-Isrâ`/17:107-108].
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ﴿٨٣﴾وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur`ân) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur`ân dan kenabian Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami…. [al-Mâ`idah/5 : 83-84].
Sesungguhnya alih fungsi gereja menjadi masjid serta masuknya ahli kitab ke dalam agama Islam merupakan suatu bukti nyata tentang kebenaran agama Islam serta kenabian Muhammad, yang menunjukkan bahwa keduanya datang dari sisi Allah untuk kebahagiaan manusia. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang hakiki kecuali dengan Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [Ali ‘Imrân/3 : 85].
Diterjemahkan dari: Al-Bayân li Akhtâ Ba’dhi Kuttâb, karya Syaikh Shâlih al-Fauzân, Dâr Ibnil Jauzi Cet I Th. 1425 H, Vol 2, halaman 54)
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
almanhaj.or.id
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. ERA DAKWAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger